<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> 
  <rss version="2.0"><channel> 
				<title>RSS rumahhijaurakyat.com</title> 
				<description>rumahhijaurakyat.com merupakan media online yang mempublikasikan serta memberikan informasi secara profesional, cepat dan akurat.</description>
				<link>https:/rumahhijaurakyat.com</link> 
				<language>id-id</language><item>
						                <title>Antisipasi El Nino, PTMB Terima Kunjungan Tim Singapore Water Center dan World Bank</title>
						                <link>https://www.rumahhijaurakyat.com/berita/detail/antisipasi-el-nino-ptmb-terima-kunjungan-tim-singapore-water-center-dan-world-bank</link>
						                <description>rumahhijaurakyat.com, BALIKPAPAN - PTMB menerima kunjungan delegasi Singapore Water Center dan World Bank dalam agenda diskusi mengenai ketahanan air di Balikpapan. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat strategi pengelolaan air baku di tengah tantangan perubahan iklim, termasuk ancaman kekeringan akibat fenomena El Niño.Pertemuan diawali di Graha Tirta PTMB dengan agenda pembahasan pengelolaan sumber daya air, keberlanjutan pelayanan air bersih, serta langkah antisipasi menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Dalam diskusi tersebut, PTMB memaparkan kondisi sistem penyediaan air baku Balikpapan, termasuk kapasitas waduk, pola distribusi, hingga strategi menjaga pasokan tetap aman saat musim kemarau panjang.Kehadiran Singapore Water Center dan World Bank dinilai penting karena memberi ruang pertukaran pengalaman terkait tata kelola air perkotaan. Kedua lembaga tersebut dikenal aktif dalam pengembangan sistem ketahanan air di berbagai kota, terutama untuk menghadapi perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan air bersih di wilayah perkotaan.Usai pertemuan, rombongan melanjutkan peninjauan lapangan ke Waduk Manggar yang menjadi salah satu sumber utama air baku bagi masyarakat Balikpapan. Di lokasi ini, delegasi melihat langsung kondisi tampungan air serta sistem operasional pengolahan air yang menjadi tulang punggung distribusi ke sejumlah wilayah kota.Selain itu, kunjungan juga dilakukan ke Embung Wain untuk meninjau upaya konservasi dan penguatan cadangan sumber daya air. Embung tersebut dipandang strategis sebagai salah satu sumber pendukung yang berperan dalam menjaga ketahanan pasokan air, terutama ketika debit waduk utama menurun.PTMB menilai kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam pengelolaan air. Dengan dukungan kajian dan pengalaman dari Singapore Water Center serta World Bank, Balikpapan diharapkan dapat mengembangkan sistem ketahanan air yang lebih adaptif, terutama dalam menghadapi ancaman El Niño yang berpotensi memengaruhi ketersediaan air baku.Seiring pertumbuhan penduduk dan pembangunan kota yang terus meningkat, kebutuhan air bersih di Balikpapan juga diprediksi semakin besar. Karena itu, penguatan sumber daya air, konservasi kawasan tangkapan air, dan diversifikasi cadangan air menjadi langkah strategis agar layanan air bersih tetap terjaga dalam jangka panjang. (**)</description>
					                </item><item>
						                <title>Relokasi Pipa di Jalan Syarifuddin Yoes, PTMB Siapkan Mobil Tangki untuk Pelanggan Terdampak</title>
						                <link>https://www.rumahhijaurakyat.com/berita/detail/relokasi-pipa-di-jalan-syarifuddin-yoes-ptmb-siapkan-mobil-tangki-untuk-pelanggan-terdampak</link>
						                <description>rumahhijaurakyat.com, BALIKPAPAN - PTMB terus melakukan penyesuaian jaringan distribusi air bersih seiring perkembangan infrastruktur di Balikpapan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni relokasi pipa distribusi berdiameter 250 milimeter dan 100 milimeter di kawasan Jalan Syarifuddin Yoes beberapa waktu lalu.Pekerjaan tersebut dilaksanakan bersama Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan sebagai bagian dari penyesuaian jaringan utilitas terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut. Relokasi pipa dinilai penting untuk menjaga keandalan pasokan air bersih sekaligus mengantisipasi potensi gangguan distribusi di masa mendatang.Langkah ini dilakukan mengingat kawasan Jalan Syarifuddin Yoes menjadi salah satu jalur strategis yang terus berkembang, baik dari sisi permukiman, fasilitas publik, maupun aktivitas ekonomi. Kondisi itu menuntut penyesuaian jaringan utilitas dasar agar tidak terganggu oleh proyek pembangunan maupun peningkatan akses jalan.Pihak PTMB menjelaskan, relokasi pipa bukan sekadar pemindahan jalur, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga sistem distribusi tetap aman. Dengan pengalihan jaringan yang lebih sesuai, tekanan air ke pelanggan diharapkan tetap stabil dan potensi kebocoran atau gangguan akibat aktivitas konstruksi dapat diminimalisir.Selama proses pengerjaan, distribusi air ke sejumlah kawasan terdampak sementara. Beberapa titik yang mengalami gangguan di antaranya area sekitar Kantor Pengadilan Agama Balikpapan, Gedung Kesenian Balikpapan, serta sejumlah pelanggan di lingkungan sekitar Jalan Syarifuddin Yoes.Untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat, PTMB menyiapkan bantuan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki. Layanan tersebut disiapkan agar pelanggan tetap dapat memperoleh suplai air untuk kebutuhan harian selama pekerjaan berlangsung.Pihak perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan sementara tersebut. Menurut PTMB, pekerjaan relokasi ini menjadi bagian dari upaya peningkatan pelayanan, terutama dalam menghadapi pertumbuhan kota yang terus bergerak dan membutuhkan dukungan infrastruktur air yang lebih adaptif.Dengan relokasi jaringan tersebut, PTMB menargetkan distribusi air di kawasan Balikpapan Selatan dapat semakin stabil. Penyesuaian jaringan dinilai menjadi langkah penting agar layanan air bersih tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga siap mendukung perkembangan kawasan pada tahun-tahun mendatang. (**)</description>
					                </item><item>
						                <title>Balikpapan Siaga El Nino 2026, PTMB Siapkan Strategi Besar Jaga Ketahanan Air Kota</title>
						                <link>https://www.rumahhijaurakyat.com/berita/detail/balikpapan-siaga-el-nino-2026-ptmb-siapkan-strategi-besar-jaga-ketahanan-air-kota</link>
						                <description>poroskaltim.com, Balikpapan - Ancaman El Nino 2026 yang diperkirakan lebih kering dari tahun 2023 mendorong Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menyiapkan strategi besar berbasis skenario krisis untuk menjaga pasokan air bersih tetap aman.Dalam dokumen “Ekspose Strategis 2026” yang dipaparkan dalam rapat koordinasi lintas instansi, Rabu (6/5/2026), PTMB memetakan secara rinci potensi gangguan sistem air bersih akibat defisit curah hujan hingga 40 persen dan tingkat penguapan yang diperkirakan melampaui 6 milimeter per hari.Sistem penyediaan air Balikpapan saat ini masih bergantung pada Waduk Manggar sebagai sumber utama dengan kapasitas sekitar 1.150 liter per detik, serta Waduk Teritip sebagai penopang dengan kapasitas sekitar 220 liter per detik. Selain itu, kontribusi air tanah dalam mencapai lebih dari 280 liter per detik yang tersebar di sejumlah wilayah layanan.Dengan kapasitas terpasang mencapai 1.510 liter per detik dan produksi sekitar 1.492 liter per detik, sistem saat ini dinilai belum cukup aman menghadapi tekanan El Nino. Tanpa intervensi, gangguan distribusi diprediksi akan terjadi terutama pada jam-jam puncak konsumsi.Tiga Pilar Strategi Hadapi KrisisMengantisipasi kondisi tersebut, PTMB bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah IV merumuskan tiga pilar utama. Pertama, optimalisasi infrastruktur melalui evaluasi operasi waduk. Kedua, penambahan kapasitas darurat hingga 342 liter per detik. Ketiga, penerapan langkah kontingensi seperti distribusi air tangki dan pengoperasian instalasi pengolahan air bergerak (IPA Mobile).Puncak krisis diprediksi terjadi pada Agustus hingga September 2026, saat kekeringan meluas dari Jawa ke Kalimantan dan Sulawesi. Sementara fase awal El Nino diperkirakan berlangsung pada Mei hingga Juli.Waduk Terancam Masuk Zona KritisHasil simulasi menunjukkan tekanan berat terhadap dua waduk utama. Dalam skenario ekstrem, debit masuk air hanya mencapai 50 persen dari kondisi normal, sementara pengambilan air harus ditekan hingga 75 persen.Dampaknya, Waduk Manggar diproyeksikan menyentuh batas minimum operasional pada akhir November hingga awal Desember 2026. Sementara Waduk Teritip berpotensi menyusul pada akhir Desember.Strategi ini disebut sebagai upaya “membeli waktu” agar kedua waduk tidak mengalami kegagalan operasional sebelum pergantian tahun.Pengurangan Distribusi BertahapUntuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan air, PTMB akan menerapkan pengurangan distribusi secara bertahap sejak April hingga Juli, dengan penurunan sekitar 5 persen per bulan. Memasuki Agustus hingga Desember, pembatasan dilakukan lebih ketat guna menahan laju penyusutan volume air.Pendekatan ini dipilih untuk menghindari penurunan drastis yang berpotensi menimbulkan gejolak di masyarakat sekaligus memberi waktu adaptasi bagi pelanggan.Risiko Teknis MengintaiSelain kekurangan air, sistem juga menghadapi ancaman teknis serius. Suhu tinggi dapat memicu ledakan alga yang berpotensi menyumbat saluran intake. Penurunan muka air juga berisiko menyebabkan kavitasi yang dapat merusak pompa, serta meningkatkan kekeruhan air yang berdampak pada biaya pengolahan.Strategi Hulu hingga HilirPTMB menyiapkan intervensi berlapis di seluruh sistem. Di hulu, dilakukan penguncian pintu spillway untuk menahan air, pembersihan gulma, serta pemasangan pompa terapung guna mengakses cadangan air di zona kritis.Sumber air alternatif juga dioptimalkan melalui pemanfaatan bendungan pengendali, embung, serta revitalisasi sumur bor di beberapa wilayah.Di sisi produksi, dilakukan penyesuaian dosis bahan kimia dan perbaikan instalasi pengolahan air. Sementara di jaringan distribusi, PTMB akan menerapkan sistem penggiliran air jika produksi turun di bawah 75 persen, serta memperkuat infrastruktur seperti pompa dan zona distribusi untuk menekan kebocoran.Pada tahap hilir, distribusi darurat akan dilakukan melalui truk tangki dan tandon komunal. IPA Mobile juga disiapkan untuk mengolah air dari sumber alternatif dan langsung didistribusikan ke masyarakat.Sistem Komando TerpaduSeluruh strategi ini didukung sistem komando terpadu lintas sektor, melibatkan berbagai pihak termasuk BMKG sebagai penyedia data iklim, serta instansi teknis lainnya dalam pengelolaan sumber daya air. Pemerintah kota juga didorong untuk mengaktifkan pusat krisis guna memantau kondisi waduk secara real-time serta menyampaikan informasi kepada masyarakat.Tantangan Nyata di Depan MataDokumen tersebut menegaskan bahwa puncak defisit air pada Agustus–September 2026 merupakan ancaman nyata yang membutuhkan langkah di luar kebiasaan.Dengan strategi berlapis dari hulu hingga hilir, PTMB optimistis mampu menjaga ketahanan air kota. Namun, keberhasilan upaya ini juga sangat bergantung pada kesiapan sistem serta kesadaran masyarakat dalam menggunakan air secara bijak. (**)</description>
					                </item><item>
						                <title>Hadapi Ancaman El Nino 2026, PTMB Balikpapan Siapkan Strategi Jaga Pasokan Air Berbasis Data</title>
						                <link>https://www.rumahhijaurakyat.com/berita/detail/hadapi-ancaman-el-nino-2026-ptmb-balikpapan-siapkan-strategi-jaga-pasokan-air-berbasis-data</link>
						                <description>poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menegaskan kesiapan menghadapi potensi dampak fenomena El Nino 2026 melalui langkah mitigasi berbasis data dan simulasi teknis. Kesiapan itu dirumuskan dalam rapat koordinasi strategis bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah IV yang digelar pada 31 Maret 2026.Direktur Utama PTMB, Saharuddin, menegaskan bahwa seluruh skenario penanganan disusun secara terukur, mulai dari proyeksi penurunan air baku hingga strategi distribusi ke pelanggan.“Mitigasi yang kami siapkan bukan berbasis asumsi, tetapi berbasis data dan simulasi. Semua kami hitung secara detail agar layanan tetap berjalan,” ujarnya.Fenomena El Nino 2026 diperkirakan mulai terjadi pada April dan mencapai puncak pada Agustus hingga September dengan potensi intensitas tinggi. Kondisi ini berisiko memicu kekeringan ekstrem, terutama karena sistem air baku Balikpapan masih sangat bergantung pada sumber tadah hujan, khususnya Waduk Manggar.Dalam kondisi normal, muka air waduk dapat turun sekitar 5 sentimeter per hari. Minimnya curah hujan berpotensi mempercepat penyusutan volume air, disertai penurunan kualitas seperti meningkatnya kekeruhan, masuknya pasir dan udara ke sistem pompa, hingga pertumbuhan gulma air yang mengganggu proses produksi.Saat ini, cakupan layanan air bersih di Balikpapan telah mencapai sekitar 77,02 persen dari total kebutuhan masyarakat. Tingginya ketergantungan ini membuat setiap potensi penurunan produksi harus diantisipasi secara cermat.Sebagai langkah mitigasi, PTMB bersama BWS menyepakati optimalisasi tampungan Waduk Manggar serta pemanfaatan Bendungan Sungai Wain melalui pengaturan pintu air untuk menjaga volume sebelum puncak musim kemarau. Selain itu, diterapkan skenario pengambilan air sebesar 75 persen dengan asumsi inflow hanya 50 persen guna menjaga stabilitas elevasi waduk.BWS juga merekomendasikan pemanfaatan tiga bendungan pengendali (bendali) sebagai sumber suplai tambahan, yakni Bendali 1, Bendali 3, dan Bendali 4 yang tersebar di sejumlah daerah aliran sungai di Balikpapan.Dari sisi operasional, PTMB menyiapkan skema penyesuaian distribusi jika kapasitas produksi menurun. Apabila produksi air turun di bawah 70 persen dari kondisi normal, maka akan diberlakukan sistem penggiliran distribusi secara terukur dari wilayah hulu ke hilir.Untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, PTMB juga menyiagakan sekitar 30 unit mobil tangki air. Distribusi darurat ini akan difokuskan pada wilayah prioritas, seperti kawasan dengan elevasi tinggi, daerah terjauh, serta objek vital seperti rumah sakit dan fasilitas publik.Selain langkah jangka pendek, PTMB juga memperkuat strategi jangka menengah melalui optimalisasi sumber air alternatif. Di antaranya dengan reaktivasi sumur bor yang tidak aktif, pembangunan dua sumur bor baru di kawasan Gunung Tembak dan Jalan Mufakat, serta pemanfaatan bendali eksisting.PTMB bersama BWS juga membuka peluang pengusulan anggaran tambahan ke pemerintah pusat untuk mendukung pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur air bersih sebagai bagian dari mitigasi kekeringan nasional.Saharuddin menekankan bahwa kesiapan teknis harus diiringi dengan kesadaran masyarakat dalam menggunakan air secara bijak.“Kondisi ini adalah tantangan bersama. Dengan penggunaan air yang lebih hemat, kita bisa menjaga distribusi tetap merata dan mencegah krisis yang lebih besar,” katanya.Sebagai tindak lanjut, PTMB akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Balikpapan untuk menyampaikan imbauan resmi terkait penghematan air serta meningkatkan literasi publik mengenai dampak El Nino terhadap ketersediaan air bersih.Dengan strategi berbasis data, koordinasi lintas sektor, dan dukungan masyarakat, PTMB optimistis mampu menjaga stabilitas layanan air bersih di tengah ancaman El Nino 2026. (**)</description>
					                </item><item>
						                <title>Ribuan Pelari Ramaikan Balikpapan Coastal Run 2026, Momentum HUT ke-129 Kota Balikpapan</title>
						                <link>https://www.rumahhijaurakyat.com/berita/detail/ribuan-pelari-ramaikan-balikpapan-coastal-run-2026-momentum-hut-ke129-kota-balikpapan</link>
						                <description>rumahhijaurakyat.com, Balikpapan - Balikpapan Coastal Run 2026 berlangsung meriah di kawasan pesisir Balikpapan, Minggu (3/5/26) pagi. Sekitar 2.000 pelari dari berbagai penjuru Indonesia memadati rute lomba dalam ajang yang tidak hanya menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-129 Kota Balikpapan.Sejak pagi hari, suasana pesisir kota tampak semarak oleh kehadiran peserta yang datang dengan semangat tinggi. Para pelari tidak hanya berasal dari Balikpapan, tetapi juga dari sejumlah kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Makassar, Banjarmasin, hingga Samarinda. Kehadiran peserta lintas daerah ini sekaligus mempertegas daya tarik Balikpapan sebagai destinasi kegiatan olahraga berskala regional, bahkan nasional.Mengusung konsep sport dan lifestyle, kegiatan ini diinisiasi oleh HIPMI Balikpapan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Balikpapan dan didukung penuh oleh komunitas lari se-Balikpapan. Dukungan juga diberikan oleh KONI Balikpapan melalui PB PASI sebagai bentuk sinergi dalam pembinaan dan pengembangan cabang olahraga atletik di daerah.Tahun ini, Balikpapan Coastal Run menghadirkan dua kategori lomba, yakni 5 kilometer dan 12,9 kilometer. Jarak 12,9K dipilih sebagai simbol usia ke-129 Kota Balikpapan, mencerminkan perjalanan panjang sekaligus semangat pertumbuhan kota yang terus berkembang.Ketua Umum HIPMI Balikpapan, Adam Dustin Bhakti, menegaskan bahwa ajang ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat.“BCR ini kita positioning sebagai ulang tahunnya para pecinta lari di Balikpapan, sekaligus bagian dari perayaan HUT Kota ke-129. Ini adalah momentum kebersamaan, sehat bersama, dan bangga terhadap kota kita,” ujarnya.Menurutnya, konsep sport and lifestyle sengaja diusung untuk menghadirkan pengalaman berbeda bagi peserta. Tidak hanya berlari, peserta juga diajak menikmati suasana pesisir Balikpapan yang menjadi salah satu daya tarik utama kota tersebut.Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, turut hadir membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya event tersebut yang dinilai membawa dampak positif di berbagai sektor.“Momentum seperti ini penting, karena bukan hanya soal olahraga, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan menghadirkan ruang rekreasi bagi warga,” katanya.Ia juga menilai kegiatan seperti Balikpapan Coastal Run mampu mendorong peningkatan sektor pariwisata dan ekonomi lokal, terutama dengan hadirnya peserta dari luar daerah yang turut menggerakkan aktivitas ekonomi selama event berlangsung.Lebih jauh, penyelenggara berharap kegiatan ini dapat menjadi bagian dari penguatan konsep sport tourism di Balikpapan. Dengan potensi alam pesisir yang dimiliki, kota ini dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi tuan rumah berbagai event olahraga berskala lebih besar di masa depan.Adam Dustin Bhakti menambahkan, pihaknya menargetkan Balikpapan Coastal Run dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang konsisten diselenggarakan.“InsyaAllah ke depan, event ini bisa menjadi salah satu event lari terbesar di Indonesia Timur, sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kota,” tambahnya.Selain menghadirkan kompetisi yang kompetitif, event ini juga diwarnai momen kebersamaan lintas institusi. Salah satunya ketika Kapolres Balikpapan berhasil meraih podium pada kategori 12,9K, menunjukkan semangat sportivitas yang tinggi.Di sisi lain, Adam Dustin Bhakti juga turut berpartisipasi dalam kategori 5K dan berhasil menyelesaikan lomba dengan baik. Partisipasi tersebut menjadi simbol kepemimpinan yang aktif sekaligus memberi contoh gaya hidup sehat kepada masyarakat.Balikpapan Coastal Run 2026 pada akhirnya tidak hanya menjadi ajang olahraga semata, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat luas. Semangat kebersamaan yang terbangun melalui event ini diharapkan mampu memperkuat identitas Balikpapan sebagai kota yang sehat, aktif, dan terus bergerak maju dengan energi positif.(**)</description>
					                </item><item>
						                <title>PTMB Jaga Standar Produksi Air Bersih, DPRD Tekankan Konsistensi Kualitas</title>
						                <link>https://www.rumahhijaurakyat.com/berita/detail/ptmb-jaga-standar-produksi-air-bersih-dprd-tekankan-konsistensi-kualitas</link>
						                <description>rumahhijaurakyat.com, BALIKPAPAN - Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB)bersama Komisi II DPRD Kota
Balikpapan melakukan kunjungan lapangan ke Instalasi Pengolahan Air (IPA)
Kampung Damai di Jalan MT Haryono, Senin (13/4/2026). Peninjauan tersebut
menjadi bagian dari upaya pengawasan, sekaligus melihat langsung kinerja
pengolahan air bersih yang dikelola oleh PTMB sebelum didistribusikan kepada
masyarakat.Dalam kegiatan ini, perhatian utama justru tertuju pada
sistem kerja dan pengelolaan yang diterapkan oleh PTMB. Perusahaan daerah
tersebut dinilai telah menjalankan proses pengolahan sesuai prosedur, termasuk
dalam menjaga ketersediaan bahan kimia yang menjadi komponen penting dalam
produksi air bersih.Manager Produksi PTMB, Dedi Hermawan, menjelaskan bahwa
seluruh tahapan pengolahan air dilakukan dengan pengawasan ketat dan mengacu
pada standar operasional yang berlaku. Ia menegaskan bahwa kualitas air yang
didistribusikan kepada pelanggan tetap menjadi prioritas utama.“Kami terus melakukan evaluasi berkala untuk memastikan
setiap proses berjalan optimal. Masukan dari DPRD tentu menjadi bahan penting
bagi kami untuk meningkatkan pelayanan,” ujarnya.Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi
Firmansyah, mengapresiasi kesiapan PTMB dalam menjaga ketersediaan bahan
pendukung pengolahan air. Meski demikian, ia menyoroti pentingnya ketepatan
komposisi penggunaan bahan kimia agar kualitas air tetap terjaga.Menurutnya, aspek tersebut perlu mendapat perhatian serius
agar tidak berdampak pada kejernihan maupun kelayakan air yang diterima
masyarakat. DPRD pun berencana meminta penjelasan lanjutan guna memastikan
seluruh proses tetap memenuhi standar kualitas.Di sisi lain, PTMB juga terus berupaya meningkatkan
kapasitas sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian dari penguatan layanan. Dedi
menyebut, tenaga operasional yang kompeten menjadi kunci dalam menjaga
stabilitas produksi air bersih.















Dengan berbagai upaya tersebut, PTMB optimistis pelayanan
air bersih di Balikpapan dapat terus berjalan dengan baik serta mampu memenuhi
kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. (**)</description>
					                </item><item>
						                <title>Asbanda Gelar Penarikan Undian Nasional Simpeda Tahun XXXVI 2026 di Solo, Ini Daftar Pemenangnya</title>
						                <link>https://www.rumahhijaurakyat.com/berita/detail/asbanda-gelar-penarikan-undian-nasional-simpeda-tahun-xxxvi-2026-di-solo-ini-daftar-pemenangnya</link>
						                <description>rumahhijaurakyat.com, Surakarta - Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) bersama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) menggelar penarikan Undian Nasional Simpeda Periode ke-2 Tahun XXXVI-2026 bertajuk "Sinergi Nusantara: Mengundi Harapan, Merajut Harmoni", di Ballroom Hotel Alila Surakarta, Jawa Tengah, Jumat, 17 April 2026.Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widiyatmoko, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para undangan dan menilai momentum ini sebagai kehormatan besar bagi Bank Jateng. Pada kesempatan tersebut, Bank Jateng mengusung konsep yang sarat nilai persatuan melalui harmonisasi budaya Jawa.Konsep itu divisualisasikan di atas panggung melalui simbol khas Jawa Tengah seperti bunga melati yang melambangkan kesucian, serta bunga matahari berwarna kuning yang mencerminkan optimisme.Selain itu, ditampilkan pula ikon daerah seperti burung blekok (burung khas), Patung Manahan sebagai simbol kawasan olahraga, dan becak Solo yang merepresentasikan transportasi tradisional serta ekonomi kerakyatan.“Visualisasi ini diharapkan mampu mewakili semangat tema Sinergi Nusantara dalam Undian Nasional Tabungan Simpeda yang digelar di Solo, Jawa Tengah,” ujar Bambang.Bambang menjelaskan bahwa program Simpeda telah berjalan lebih dari tiga dekade dan terbukti menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK).Secara nasional, hingga akhir Desember 2025, jumlah penabung Simpeda tercatat mencapai lebih dari 8,9 juta nasabah, atau tumbuh sekitar 104 persen dibandingkan tahun sebelumnya.Sementara dari sisi kinerja tuan rumah, Bank Jateng juga mencatat pertumbuhan positif. Dana tabungan Simpeda mengalami peningkatan sebesar 12 persen secara tahunan (year-on-year) dari 2024 ke 2025, atau setara dengan Rp2,2 triliun“Hal ini capaian yang luar biasa dan dibutuhkan, menunjukkan Simpeda sudah menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat dalam melakukan simpanan dan transaksi keuangan,” kata Bambang.Lebih lanjut, Bambang menyampaikan bahwa Undian Simpeda bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan memiliki manfaat strategis. Program ini dinilai mampu meningkatkan loyalitas nasabah, menarik minat menabung, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.Ia juga mengajak seluruh BPD untuk terus berkomitmen mengembangkan produk Simpeda agar tetap relevan dan kompetitif di tengah dinamika industri perbankan.“Kami meyakini sinergi dan kolaborasi antar-BPD akan semakin memperkuat posisi Simpeda sebagai produk unggulan yang tepercaya dan berkelanjutan,” imbuhnya.Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asbanda, Rokidi menyampaikan bahwa perkembangan produk tabungan Simpeda terus menunjukkan tren positif dan menjadi kekuatan utama yang menyatukan BPD dari Sabang hingga Merauke.“Karena produk tabungan Simpeda inilah kami dari Sabang sampai Merauke bisa bersatu dan malam hari ini berkumpul di Surakarta,” ujarnya.Lebih lanjut, Asbanda menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas produk dan layanan Simpeda agar semakin kompetitif dan menjadi pilihan utama masyarakat dalam menabung.Program Undian Nasional Simpeda sendiri disebut sebagai salah satu program undian perbankan yang paling lama berjalan di Indonesia. Sekaligus menjadi bukti konsistensi BPD dalam memperkuat sinergi nasional.Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Tengah, Eny Lestari, yang mewakili Gubernur Jateng dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat Jateng untuk terus meningkatkan budaya menabung dan memanfaatkan layanan perbankan secara bijak. Ia juga berharap Bank Jateng terus bersinergi dengan Pemprov Jateng dan bertransformasi. Hal ini penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.Pemenang Undian Nasional Simpeda 2026Penarikan Undian Nasional Simpeda Periode ke-2 Tahun XXXVI-2026 dengan total hadiah sebesar Rp3 miliar ini disaksikan dan disahkan oleh perwakilan dari dinas sosial, kepolisian, dan notaris.Adapun pemenang hadiah utama senilai Rp500 juta dimenangkan oleh nasabah dari Bank Sumsel Babel. Undian Tabungan Simpeda juga mengundi pemenang kedua untuk empat pemenang dengan masing-masing hadiah sebesar Rp100 juta. Adapun pemenangnya adalah 2 nasabah dari Bank Jatim, dan 1 nasabah Bank Sumsel Babel. Sedangkan satu hadiah dikhususkan untuk tuan rumah, yakni nasabah Bank Jateng dari Capem Pasar Kota Purwodadi. Sebagai puncak acara di Surakarta, rangkaian kegiatan ini turut dimeriahkan oleh musisi Tanah Air seperti Good Morning Everyone (GME), Maliq & D'Essentials, dan Ari Lasso.Tuan Rumah Penarikan Undian Nasional Simpeda BerikutnyaDalam kesempatan ini, Asbanda juga mengumumkan tuan rumah penarikan Undian Tabungan Simpeda 2026, yakni Bank Bengkulu. Direncanakan, Undian Tabungan Simpeda tersebut berlangsung di Bengkulu pada Agustus 2026.Plt Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, mengatakan kesiapannya dalam menggelar Undian Tabungan Simpeda periode selanjutnya. “Terima kasih atas kepercayaan Asbanda. Agustus, kita akan tarik Undian. Kami tunggu bapak ibu sekalian di Bengkulu, Bumi Merah Putih,” ujar Iswahyudi. (*)</description>
					                </item><item>
						                <title>Muscab PKB Kaltim Dorong Kader Aktif di Tengah Masyarakat</title>
						                <link>https://www.rumahhijaurakyat.com/berita/detail/muscab-pkb-kaltim-dorong-kader-aktif-di-tengah-masyarakat</link>
						                <description>rumahhijaurakyat.com, BALIKPAPAN – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Timur menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) se-Kalimantan Timur di Hotel Novotel Balikpapan, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis lima tahunan yang dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi sekaligus merumuskan langkah politik ke depan.Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin, menegaskan bahwa Muscab tidak hanya sebatas agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi dalam memperkuat peran partai menghadapi dinamika politik ke depan. Beberapa poin penting yang dibahas dalam forum ini meliputi evaluasi hasil Pemilu 2024, penyusunan strategi menuju Pemilu 2029–2030, serta pembaruan kepengurusan di tingkat cabang.Meski demikian, ia menilai hal paling krusial adalah bagaimana kader mampu menerapkan nilai-nilai perjuangan partai secara nyata di tengah masyarakat melalui konsep politik kehadiran.Menurutnya, keberadaan kader tidak boleh hanya terlihat saat momentum pemilu, melainkan harus terus dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Kader PKB diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.“Peran kader bukan sekadar hadir saat pemilihan, tetapi bagaimana mereka terus berada di tengah masyarakat dan memberikan kontribusi nyata,” ujarnya.Ia menjelaskan bahwa politik kehadiran merupakan bentuk komitmen konkret yang harus diwujudkan melalui aksi nyata, bukan sekadar wacana. Kader dituntut peka terhadap kondisi sosial dan terlibat langsung dalam membantu masyarakat.Sebagai contoh, kader diharapkan turut membantu warga yang membutuhkan perbaikan rumah, memperjuangkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, hingga memastikan anak-anak tetap mendapatkan pendidikan yang layak.Selain itu, Syafruddin juga menyoroti pentingnya politik kepeloporan dan politik keteladanan sebagai bagian dari nilai yang harus dijalankan secara beriringan. Ketiga prinsip tersebut dinilai menjadi fondasi agar PKB semakin dekat dengan masyarakat.Dalam kesempatan tersebut, PKB Kaltim juga menetapkan target politik pada pemilu mendatang, yakni meraih 11 kursi di DPRD Provinsi Kalimantan Timur. Saat ini, partai tersebut memiliki enam kursi, sehingga diperlukan upaya maksimal dari seluruh kader untuk mencapai target tersebut.Ia optimistis, dengan konsistensi dalam menerapkan politik kehadiran, kepercayaan masyarakat terhadap PKB akan semakin meningkat. Dengan begitu, partai tidak hanya kuat secara politik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (mnr)</description>
					                </item><item>
						                <title>Menghadapi Ancaman El Nino 2026, PTMB Siapkan Strategi Menjaga Ketahanan Air Balikpapan</title>
						                <link>https://www.rumahhijaurakyat.com/berita/detail/menghadapi-ancaman-el-nino-2026-ptmb-siapkan-strategi-menjaga-ketahanan-air-balikpapan</link>
						                <description>rumahhijaurakyat.com, Balikpapan — Ancaman fenomena El Nino 2026 mulai diantisipasi secara serius oleh Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB). Dengan proyeksi musim kering berkepanjangan yang berpotensi memicu krisis air, perusahaan daerah ini tidak tinggal diam. Berbagai langkah strategis disusun berbasis data dan simulasi teknis untuk memastikan layanan air bersih tetap berjalan bagi masyarakat.Upaya tersebut diperkuat melalui rapat koordinasi strategis bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah IV yang digelar pada 31 Maret 2026. Pertemuan ini menjadi titik penting dalam merumuskan langkah mitigasi yang tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga terukur dan berkelanjutan.Fenomena El Nino diperkirakan mulai terjadi pada April dan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026. Intensitas yang diprediksi cukup tinggi menjadi perhatian utama, terutama bagi Balikpapan yang masih bergantung pada sumber air tadah hujan, dengan Waduk Manggar sebagai tulang punggung pasokan air baku.Direktur Utama PTMB, Dr. Saharuddin, menegaskan bahwa kesiapan menghadapi kondisi tersebut tidak dibangun atas asumsi semata.“Mitigasi yang kami siapkan bukan berbasis asumsi, tetapi berbasis data dan simulasi. Kami menghitung secara detail potensi penurunan air baku, dampaknya terhadap produksi, hingga skema distribusi agar layanan tetap berjalan,” ujarnya.Dalam kondisi normal, muka air Waduk Manggar dapat turun sekitar 5 sentimeter per hari. Namun, dengan berkurangnya curah hujan akibat El Nino, penurunan ini berpotensi berlangsung lebih cepat dan signifikan. Tidak hanya kuantitas, kualitas air juga menjadi tantangan tersendiri. Peningkatan kekeruhan, masuknya pasir dan udara ke sistem pompa, hingga pertumbuhan gulma air seperti kayu apu dapat mengganggu proses produksi air bersih.Ketergantungan masyarakat terhadap layanan PTMB semakin menegaskan pentingnya langkah mitigasi. Saat ini, cakupan layanan air bersih di Balikpapan telah mencapai sekitar 77,02 persen dari total kebutuhan masyarakat. Artinya, sebagian besar warga sangat bergantung pada keberlanjutan distribusi air dari perusahaan ini.Sebagai langkah awal, PTMB bersama BWS menyepakati optimalisasi tampungan Waduk Manggar. Pengaturan pintu spillway di Bendungan Sungai Wain juga akan dimaksimalkan guna mempertahankan volume air sebelum memasuki puncak musim kemarau. Selain itu, diterapkan skenario simulasi pengambilan air sebesar 75 persen dengan asumsi inflow hanya 50 persen, sebagai upaya menjaga stabilitas elevasi waduk hingga akhir tahun.Tidak hanya mengandalkan sumber utama, BWS turut merekomendasikan pemanfaatan tiga bendungan pengendali atau bendali, yakni Bendali 1, Bendali 3, dan Bendali 4, sebagai sumber suplai tambahan. Diversifikasi sumber air ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan air baku di tengah ketidakpastian iklim.Dari sisi operasional, PTMB juga menyiapkan langkah antisipatif jika terjadi penurunan kapasitas produksi. Salah satunya adalah penerapan sistem penggiliran distribusi air secara terukur, dimulai dari wilayah hulu hingga hilir, guna memastikan pemerataan layanan tetap terjaga.Dalam skenario darurat, PTMB telah menyiagakan sekitar 30 unit mobil tangki air. Distribusi air bersih melalui armada ini akan difokuskan pada wilayah prioritas, seperti kawasan dengan elevasi tinggi, daerah terjauh, serta fasilitas vital seperti rumah sakit dan layanan publik lainnya.Namun, langkah yang diambil tidak berhenti pada penanganan jangka pendek. PTMB juga memperkuat strategi jangka menengah melalui optimalisasi sumber air alternatif. Upaya tersebut mencakup identifikasi dan reaktivasi sumur bor yang tidak aktif, pembangunan dua sumur bor baru di kawasan Gunung Tembak dan Jalan Mufakat, serta pemanfaatan bendali yang telah ada.Di sisi lain, PTMB bersama BWS juga membuka peluang untuk mengusulkan tambahan anggaran kepada pemerintah pusat. Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan serta rehabilitasi infrastruktur air bersih sebagai bagian dari upaya mitigasi kekeringan secara nasional.Saharuddin menekankan bahwa kesiapan teknis harus berjalan seiring dengan kesadaran masyarakat. Ia mengajak seluruh warga untuk turut berperan aktif dalam menjaga ketersediaan air bersih.“Kami ingin masyarakat memahami bahwa kondisi ini adalah tantangan bersama. Dengan penggunaan air yang lebih bijak, kita bisa menjaga agar distribusi tetap merata dan tidak terjadi krisis yang lebih besar,” jelasnya.Sebagai tindak lanjut, PTMB akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Balikpapan untuk menyampaikan imbauan resmi terkait penghematan air. Selain itu, edukasi publik mengenai dampak El Nino terhadap ketersediaan air bersih juga akan terus diperkuat.Masyarakat pun diimbau mulai menerapkan kebiasaan hemat air dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengurangi penggunaan berlebih, menampung air saat distribusi berlangsung, serta memanfaatkan air secara efisien.Dengan kombinasi kesiapan teknis, koordinasi lintas sektor, serta dukungan masyarakat, PTMB optimistis mampu menjaga stabilitas layanan air bersih di tengah ancaman El Nino 2026.“Air adalah kebutuhan dasar yang harus kita jaga bersama. Dengan langkah yang terencana dan kesadaran kolektif, kita bisa menghadapi El Nino ini dengan lebih siap dan tetap melayani masyarakat secara optimal,” tutup Saharuddin.(**) </description>
					                </item><item>
						                <title>PTMB dan Kejari Balikpapan, Perkuat Sinergi Hukum untuk Tata Kelola dan Pelayanan Air Bersih Berkelanjutan</title>
						                <link>https://www.rumahhijaurakyat.com/berita/detail/ptmb-dan-kejari-balikpapan-perkuat-sinergi-hukum-untuk-tata-kelola-dan-pelayanan-air-bersih-berkelanjutan</link>
						                <description>rumahhijaurakyat.com, Balikpapan, — Upaya memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus menjamin keberlanjutan layanan publik terus dilakukan oleh Perumda Tirta Manuntung Balikpapan. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Balikpapan dalam penanganan masalah hukum di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN).Kesepakatan tersebut ditandai melalui penandatanganan kerja sama yang berlangsung pada 11 Maret 2026 di Balikpapan. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, bersama Kepala Kejari Balikpapan, Andri Irawan.Kerja sama ini tidak sekadar menjadi bentuk formalitas kelembagaan, tetapi merupakan bagian dari langkah sistematis PTMB dalam membangun pengelolaan perusahaan yang semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Dalam konteks perusahaan daerah yang bergerak di sektor pelayanan air bersih, kepastian hukum menjadi salah satu fondasi utama dalam menjaga stabilitas operasional sekaligus mendukung pengambilan keputusan strategis.Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, menegaskan bahwa pelayanan air bersih memiliki dimensi yang jauh lebih luas daripada sekadar distribusi air kepada pelanggan. Menurutnya, terdapat tanggung jawab besar yang harus dijalankan secara akuntabel, termasuk memastikan seluruh proses bisnis berada dalam koridor hukum yang jelas dan kuat.Ia menjelaskan bahwa dinamika pengelolaan sektor air minum semakin kompleks, terutama seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, tantangan ketersediaan sumber air, serta tuntutan pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan. Dalam kondisi tersebut, keberadaan pendampingan hukum dinilai menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dari operasional perusahaan.Melalui kerja sama dengan Kejari Balikpapan, PTMB memperoleh dukungan dari Jaksa Pengacara Negara yang akan berperan dalam memberikan bantuan hukum, baik dalam bentuk litigasi maupun non-litigasi. Dalam praktiknya, Jaksa Pengacara Negara dapat mewakili PTMB dalam berbagai perkara perdata dan tata usaha negara, baik sebagai pihak penggugat maupun tergugat.Selain penanganan perkara, ruang lingkup kerja sama juga mencakup pemberian pertimbangan hukum yang komprehensif. Hal ini meliputi penyusunan Legal Opinion, pemberian Legal Assistance, hingga pelaksanaan Legal Audit terhadap kebijakan dan langkah operasional perusahaan. Dengan demikian, setiap keputusan yang diambil PTMB dapat dipastikan selaras dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.Tidak hanya berfokus pada aspek reaktif dalam penyelesaian sengketa, kerja sama ini juga menitikberatkan pada pendekatan preventif. Kejaksaan Negeri Balikpapan akan memberikan panduan dan pendampingan sejak tahap perencanaan, sehingga potensi risiko hukum dapat diidentifikasi dan diminimalkan lebih awal.Lebih jauh, kolaborasi ini juga mencakup tindakan hukum strategis lainnya, seperti upaya penyelamatan dan pemulihan keuangan atau kekayaan negara. Selain itu, penegakan kewibawaan pemerintah juga menjadi bagian penting melalui mekanisme mediasi, fasilitasi, dan konsiliasi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang mungkin timbul.Dalam rangka memperkuat kapasitas internal, kedua belah pihak juga sepakat untuk mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Program yang direncanakan antara lain pelatihan bersama, sosialisasi hukum, serta penyediaan narasumber yang berkompeten. Langkah ini diharapkan mampu membangun budaya sadar hukum di lingkungan PTMB, sehingga setiap lini operasional memiliki pemahaman yang baik terhadap aspek regulasi.Kerja sama ini juga menjadi bagian dari komitmen PTMB dalam menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Nilai-nilai seperti akuntabilitas, transparansi, dan kepatuhan hukum menjadi landasan utama dalam menjalankan bisnis pelayanan publik, khususnya di sektor air bersih yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.Yudhi Saharuddin menambahkan bahwa saat ini PTMB tengah fokus pada berbagai program strategis, termasuk pengembangan sumber air baru serta peningkatan jaringan distribusi. Program-program tersebut membutuhkan dukungan hukum yang kuat agar dapat dijalankan secara optimal tanpa hambatan di kemudian hari.Dengan adanya kepastian hukum, PTMB memiliki ruang gerak yang lebih luas dan percaya diri dalam mengeksekusi berbagai rencana pengembangan. Hal ini pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan air bersih kepada masyarakat secara menyeluruh.Kerja sama antara PTMB dan Kejari Balikpapan ini berlaku selama dua tahun dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Pihak Kejaksaan juga menyatakan komitmennya untuk memberikan pendampingan hukum secara objektif, profesional, dan berkelanjutan.Melalui sinergi ini, PTMB optimistis mampu memperkuat fondasi tata kelola perusahaan sekaligus memastikan layanan air bersih yang andal, merata, dan berkelanjutan bagi masyarakat di Kota Balikpapan.(**) </description>
					                </item></channel>
  	</rss>